PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) memperoleh Surat Perpanjangan Ekspor (SPE) yang berlaku mulai 31 Maret 2022 untuk periode satu tahun kedepan. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perdagangan memberikan persetujuan kuota ekspor konsentrat tembaga AMNT sebesar 989.011 Wet Metric Ton (WMT), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 579.444 WMT.

Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau menjelaskan bahwa kuota ekspor tersebut telah sesuai dengan pengajuan yang disampaikan oleh perusahaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) AMNT pada tahun 2022. “Kami mengapresiasi Kementerian ESDM yang telah mengeluarkan rekomendasi, serta Kementerian Perdagangan yang telah memberikan persetujuan terkait dengan perpanjangan dan peningkatan ekspor, sehingga kami dapat melakukan ekspor yang dapat memberikan nilai tambah secara nyata kepada pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan daerah,” ujar Rachmat.

PT AMNT terus meningkatkan produktivitas perusahaan dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasional (KO) Pertambangan. Berbagai inovasi dan adaptasi teknologi telah mulai dilakukan oleh perusahaan sejak tahun 2021, antara lain dengan pengaplikasian kamera di dalam kabin haul truck untuk mendeteksi kelelahan, penggunaan kamera pemantau kecepatan, dan optimalisasi perangkat lunak pertambangan jigsaw untuk memastikan kepatuhan terhadap batas kecepatan. Selain itu PT AMNT juga mulai menggunakan teknologi smart badge with GPS yang memiliki berbagai fitur keselamatan dan kondisi darurat. Adaptasi teknologi ini juga diimbangi dengan pembekalan hardskill dan softskill bagi seluruh karyawan.