Di balik keindahan lanskap Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tersimpan potensi ekonomi besar yang selama ini tersembunyi dalam keseharian masyarakatnya. Sektor pariwisata kini mulai semakin diminati sebagai sumber mata pencaharian yang cukup menjanjikan. Namun, mengembangkan potensi pariwisata membutuhkan keberanian untuk keluar dari sektor pertanian konvensional, yang selama ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat Lombok Timur. Tak hanya keberanian, masyarakat juga membutuhkan kemampuan teknis untuk membangun usaha di sektor pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi serupa atau bahkan lebih dari sektor yang selama ini masyarakat geluti.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu pilar dampak sosial dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Melihat potensi pariwisata di Lombok Timur, AMMAN bekerja sama dengan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang social enterprise, Forward Indonesia, merancang program pemberdayaan masyarakat yang membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan maju. Program bertajuk GUMI SERI (Gerakan UMKM Mandiri untuk Inisiatif Pariwisata Hijau) ini menaungi sekitar 40 pelaku UMKM terpilih dan diberikan pelatihan sejak Januari 2025.
Program ini menjadi jembatan antara dua kutub wisata di Lombok Timur. Di Sembalun, wilayah pegunungan yang dingin, terdapat 20 UMKM mitra yang didominasi oleh sektor jasa (60%) seperti tour guide dan homestay, serta kerajinan dan olahan pangan (masing-masing 20%). Sementara di pesisir Jerowaru, 20 UMKM lainnya bergerak lincah dengan 65% di bidang jasa dan 35% pada produk makanan dan minuman olahan.
Berbagai program pelatihan diberikan kepada para peserta program, antara lain kemampuan teknis dan manajerial berupa literasi finansial, manajemen kewirausahaan, hingga pengembangan model bisnis. Kini, seluruh pelaku usaha ini telah memiliki Business Model Canvas (BMC) sebagai kompas usaha mereka, serta mulai menerapkan pembukuan sederhana yang profesional. Mereka berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Menariknya, GUMI SERI tidak hanya mengasah skill individu, tetapi juga membuka pintu kolaborasi antar wilayah. Para pelaku usaha dari gunung dan pantai ini kini saling berjejaring, membangun rantai pasok dan promosi bersama. Mereka sadar bahwa wisatawan yang mendaki Rinjani adalah tamu potensial bagi pantai-pantai di Jerowaru, dan sebaliknya.
Cerita Perubahan: Inovasi Tanpa Batas
Keberhasilan program ini terpancar paling nyata dari gairah para pelakunya yang terus melahirkan inovasi tanpa batas demi memberikan nilai tambah pada usaha mereka. Abdul Rozak kini tidak sekadar menjual kopi biasa, melainkan telah menciptakan kemasan drip bag dan kaleng yang dirancang khusus untuk mendukung gerakan zero waste di sepanjang jalur pendakian Rinjani.
Di sisi lain, Nava Andromeda berhasil membawa standar pelayanan profesional hingga ke luar Lombok melalui pengembangan paket pendakian keluarga yang unik. Langkah inspiratif juga ditunjukkan oleh Dwi Ariska yang secara kreatif mengawinkan keahlian menenun dengan paket wisata edukasi, sementara Desi Wida Hadiana mulai meriset pemanfaatan limbah ampas kopi dari kedainya untuk diolah menjadi produk sabun yang memiliki nilai ekonomi baru.
Inovasi-inovasi ini benar-benar membawa dampak positif sebagai strategi bisnis yang efektif. Secara rata-rata, para pelaku usaha dalam program ini berhasil membukukan kenaikan omset hingga hampir 30%.
Membangun Masa Depan yang Mandiri
Menandai satu tahun perjalanan program GUMI SERI, sebuah pameran bertajuk Expo UMKM GUMI SERI digelar di Taman Rinjani Selong pada 15 Februari 2026. Bertepatan dengan car free day, pameran ini semakin meriah dengan kehadiran masyarakat yang berjalan-jalan sambil melihat berbagai produk unggulan UMKM peserta program GUMI SERI.
“Melalui GUMI SERI, AMMAN berharap dapat memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan kapasitas mereka sebagai pelaku usaha mandiri, agar kearifan lokal dan pariwisata Lombok Timur menjadi motor kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkesinambungan dengan peningkatan pariwisata Lombok Timur.” ujar Priyo Pramono, Vice President of Policy, Permitting dan Social Impact AMMAN.
GUMI SERI telah membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, kearifan lokal dapat bersanding manis dengan manajemen modern, menenun asa yang lebih cerah, mulai dari pesisir Jerowaru hingga puncak Rinjani.