Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Amman Mineral Internasional Tbk (“AMMAN” atau “Perseroan”) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 untuk kategori Mining, Crude-Oil Production. Tahun ini adalah ketiga kalinya AMMAN masuk ke dalam daftar bergengsi tahunan, yang berisi perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan pada tahun fiskal terakhir.
Pada tahun 2025, AMMAN membukukan penjualan bersih sebesar US$1,847 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh penjualan katoda tembaga, emas murni, serta konsentrat tembaga pada kuartal terakhir tahun 2025 setelah diperolehnya izin ekspor sementara. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan fundamental AMMAN di tengah tahun transisi yang krusial, sekaligus memperkuat posisi AMMAN sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga-emas terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
“Masuknya AMMAN dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk tiga tahun berturut-turut merupakan pengakuan atas ketangguhan, disiplin eksekusi, dan komitmen kami dalam menjalankan transformasi strategis perusahaan. Tahun 2025 menandai fase penting dalam perjalanan transformasi perusahaan dengan dimulainya penambangan Fase 8 serta produksi dari fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia,” ujar Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN.
Tahun lalu, AMMAN memasuki penambangan Fase 8 Batu Hijau, yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah di awal tahun. Selain itu, Perseroan juga dalam proses peningkatan kapasitas (ramp-up) smelter, yang juga memberikan tekanan terhadap produksi jangka pendek. Meskipun demikian, AMMAN berhasil memulai produksi katoda tembaga pertama dari fasilitas smelter sejak Maret 2025, serta emas dan perak murni dari pemurnian logam mulia (Precious Metal Refinery “PMR”) sejak semester kedua tahun lalu.
Perseroan juga terus memperkuat infrastruktur pendukung operasionalnya. AMMAN mencatat kemajuan pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (“PLTGU”) berkapasitas 450 MW serta fasilitas penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (Liquefied Natural Gas “LNG”). Pengembangan ini merupakan wujud komitmen Perseroan dalam mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasinya.
Komitmen terhadap keberlanjutan AMMAN juga mendapat pengakuan internasional. Tahun lalu, anak usaha AMMAN, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), memenuhi seluruh 32 indikator The Copper Mark, sebuah kerangka penjaminan global untuk praktik produksi tembaga yang bertanggung jawab. Pada tahun yang sama, AMMAN juga kembali masuk dalam daftar World’s Most Trustworthy Companies 2025 versi Newsweek untuk kategori Materials & Chemicals, serta meraih pengakuan dalam ajang PRISMA Human Rights Award dan ASEAN Mineral Awards.
Ke depan, AMMAN akan terus mengonsolidasikan posisinya sebagai produsen tembaga dan emas terintegrasi penuh, dengan fokus pada peningkatan stabilitas operasional smelter dan PMR, pengembangan kapasitas pemrosesan, penguatan infrastruktur energi, serta percepatan transformasi digital. Dengan fondasi operasional yang semakin lengkap, AMMAN berada pada posisi yang kuat untuk mendukung kebutuhan tembaga global yang terus meningkat seiring perkembangan elektrifikasi, energi terbarukan, teknologi digital, dan ekonomi rendah karbon.